Sabtu, 09 November 2013

Nasehat (Pituture Bapak lan Simbok)

Sega Kenduri

Ngger, anakku aku dak kondho
Coba di rungu lan di rasa
Delengen sega kenduri iki
Biyen dadi pangan kang siji
Nalika bapak isih bocah
Sega iki tansah di rayah
Merga jaman larang upa
Ora saben dina muluk sega
Beda karo saiki
Sega kenduri ra di ajeni
Mangka sega iki mberkahi
Di wenehi kanti ikhlasing ati
Mula ya ngger ….
Sega iki ojo di enggo dolanan
Yen pancen gelem ayo di pangan
Dene yen gemang pasrahma liyan
Kareben sega iki di pangan . . . 

Wonosobo Juni 1985











Jumat, 02 Agustus 2013

Mudik Lebaran

Tradisi Mudik Yang Menyenangkan


Tradisi Mudik, pulang ke kampung halaman menjelang hari raya Idul Fitri, adalah hari yang ditunggu-tunggu, rasanya ada yang kurang jika tidak melakukan tradisi mudik bagi sebagian besar masyarakat perantau di kota besar maupun bagi yang tinggal di mancanegara, yang mempunyai sanak keluarga dan kerabat di kampung halamannya.
Para pemudik rela untuk mengeluarkan dana yang lebih untuk membeli tiket perjalanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa, bahkan terkadang terpaksa membeli tiket dari para calo tiket, menghabiskan waktu yang panjang di perjalanan, berdesak-desak dalam kereta api atau bis antar propinsi, bahkan beberapa teman kerjaku memilih perjalanan mudik dengan menggunakan sepeda motor secara konvoi beramai-ramai, tanpa mempedulikan panas teriknya matahari dan dinginnya udara malam, agar dapat melakukan sholat Ied bersama keluarga di kampung halaman, bersilaturami dan berkumpul bersama bersama keluarga tercinta di hari yang fitri.
Beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri, stasiun kereta api, terminal bis, tempat penyeberangan kapal ferry dan bandara udara telah dipadati oleh calon penumpang yang ingin merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halamannya, kerinduan untuk bertemu dengan ayah dan ibu, kerabat, sanak saudara tercinta, serta bernostagia bersama teman sepermainan semasa kecil.

Indahnya kebersamaan.