Tradisi
Mudik Yang Menyenangkan
Tradisi Mudik, pulang ke kampung halaman menjelang
hari raya Idul Fitri, adalah hari yang ditunggu-tunggu, rasanya ada yang kurang
jika tidak melakukan tradisi mudik bagi sebagian besar masyarakat perantau di
kota besar maupun bagi yang tinggal di mancanegara, yang mempunyai sanak
keluarga dan kerabat di kampung halamannya.
Para pemudik rela untuk mengeluarkan dana yang lebih
untuk membeli tiket perjalanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
hari-hari biasa, bahkan terkadang terpaksa membeli tiket dari para calo tiket,
menghabiskan waktu yang panjang di perjalanan, berdesak-desak dalam kereta api
atau bis antar propinsi, bahkan beberapa teman kerjaku memilih perjalanan mudik
dengan menggunakan sepeda motor secara konvoi beramai-ramai, tanpa mempedulikan
panas teriknya matahari dan dinginnya udara malam, agar dapat melakukan sholat
Ied bersama keluarga di kampung halaman, bersilaturami dan berkumpul bersama
bersama keluarga tercinta di hari yang fitri.
Beberapa
hari menjelang hari raya Idul Fitri, stasiun kereta api, terminal bis, tempat
penyeberangan kapal ferry dan bandara udara telah dipadati oleh calon penumpang
yang ingin merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halamannya, kerinduan
untuk bertemu dengan ayah dan ibu, kerabat, sanak saudara tercinta, serta
bernostagia bersama teman sepermainan semasa kecil.
Indahnya
kebersamaan.